MOROWALI, SIDIK TIPIKOR — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah maupun kelengkapan sarana dan prasarana. Menurutnya, figur kepala sekolah memiliki posisi penting dalam memastikan setiap program pendidikan benar-benar berjalan dan memberikan dampak bagi peserta didik.
Arifin menyebut kepala sekolah harus mampu tampil sebagai pemimpin yang memiliki visi, inovasi serta keberanian melakukan pembenahan di lingkungan satuan pendidikan.
Bagi Dinas Pendidikan Morowali, kata dia, kepala sekolah bukan sekadar pejabat yang menjalankan fungsi administratif. Lebih dari itu, kepala sekolah dituntut mampu menciptakan iklim belajar yang baik, membangun kedisiplinan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai gagasan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Kepala sekolah harus menjadi penggerak. Bukan hanya mengurus administrasi, tetapi bagaimana sekolah mampu berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas,” demikian penekanan Arifin dalam kegiatan yang dihadiri para kepala sekolah.
Kesejahteraan Guru Ikut Menjadi Perhatian
Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pendidikan.
Arifin mengungkapkan adanya peningkatan tunjangan guru pada tahun ini. Meski demikian, ia mengakui besaran peningkatan tersebut masih berada pada angka yang relatif terbatas.
Perhatian lebih khusus diberikan kepada guru taman kanak-kanak (TK). Arifin menyampaikan bahwa tunjangan guru TK mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Jika sebelumnya tunjangan berada pada kisaran Rp1 juta per bulan, kini meningkat menjadi sekitar Rp2,3 juta per bulan.
Kebijakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tambahan penghasilan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan motivasi, profesionalisme dan kinerja guru dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak usia dini.
Sekolah Percontohan Disiapkan di Seluruh Kecamatan
Tidak hanya berbicara mengenai tenaga pendidik, Dinas Pendidikan Morowali juga menyiapkan langkah lain untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan.
Salah satunya melalui rencana pembangunan dan pengembangan sekolah percontohan yang akan diarahkan hadir di seluruh kecamatan di Kabupaten Morowali.
Program tersebut direncanakan menyasar jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Namun, Arifin menegaskan bahwa konsep sekolah percontohan tidak boleh dipahami sebatas pembangunan fisik atau pengadaan fasilitas.
Menurutnya, kualitas sekolah sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola seluruh potensi yang dimiliki.
Dengan demikian, sekolah percontohan diharapkan bukan hanya unggul dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga memiliki tata kelola, kepemimpinan serta proses pembelajaran yang dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya.
Mutu Pendidikan Tak Bisa Dibangun Sendiri
Arifin menilai peningkatan mutu pendidikan merupakan pekerjaan bersama. Pemerintah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan proses pendidikan berjalan secara optimal.
Karena itu, penguatan kapasitas kepala sekolah menjadi salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan.
Ia berharap para kepala sekolah mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah ke dalam program nyata di sekolah masing-masing.
Jika hal tersebut dapat berjalan secara konsisten, maka peningkatan kesejahteraan guru, penguatan kepemimpinan sekolah dan pembangunan sekolah percontohan diharapkan tidak menjadi program yang berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu tujuan besar: meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Morowali.
Pesan tersebut disampaikan Arifin saat menghadiri kegiatan pelatihan tata cara pengisian rencana hasil kerja dan pengajuan penetapan angka kredit integrasi/konversi pada aplikasi E-Kinerja, yang diikuti kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Morowali. Kegiatan berlangsung di Hotel Soldadu, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.


