IMG-20260626-WA0012

Ditpolairud Polda Sulteng Perkuat Sinergi Unsur Maritim Lewat Coffee Morning

 

PALU, Sidiktipikor.com — Keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kesiapan satu institusi. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, serta respons cepat dari seluruh unsur yang memiliki peran di wilayah perairan.

Semangat itulah yang mengemuka dalam Coffee Morning Ditpolairud Polda Sulawesi Tengah bersama unsur maritim, yang digelar Rabu (12/8/2026) pukul 09.00 WITA. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi sekaligus membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, kecelakaan laut, hingga kondisi darurat di wilayah perairan Sulawesi Tengah.

Kegiatan dibuka oleh Kabag Binops Ditpolairud Polda Sulteng Kompol M.N. Asjik, S.H. Dalam forum itu, berbagai persoalan yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran menjadi perhatian bersama.

Salah satu sorotan utama adalah masih terjadinya kecelakaan laut yang dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca, kelalaian awak kapal, hingga aspek kelayakan kapal.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah pencegahan yang tidak sekadar dilakukan ketika terjadi kecelakaan, tetapi harus dimulai sejak sebelum kapal berlayar.

Pengecekan kelayakan kapal, kesiapan awak kapal, kelengkapan keselamatan, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian. Termasuk memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pelayaran.

Bagi Ditpolairud Polda Sulteng, pencegahan merupakan bagian penting dari upaya perlindungan masyarakat di wilayah perairan.

Pembahasan dalam Coffee Morning juga tidak berhenti pada persoalan keselamatan pelayaran. Kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta berbagai situasi kedaruratan lainnya turut menjadi perhatian.

Ditpolairud Polda Sulteng sendiri memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) yang dapat digerakkan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan, penanganan kecelakaan laut, bencana alam maupun misi kemanusiaan lainnya.

Kehadiran unsur lintas instansi dalam forum tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan persoalan di wilayah perairan membutuhkan kerja bersama. Sedikitnya 31 peserta dari berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ditpolairud Polda Sulteng, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, KSOP, Pelni, Pertamina, serta sejumlah unsur maritim terkait lainnya.

Forum ini sekaligus mempertegas bahwa koordinasi antarlembaga bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah karakteristik wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki kawasan perairan luas dan aktivitas transportasi laut yang cukup tinggi, kesiapan setiap unsur menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan masyarakat.

Melalui Coffee Morning tersebut, Ditpolairud Polda Sulteng mendorong terbentuknya pola komunikasi yang lebih kuat, koordinasi yang lebih cepat, serta respons terpadu ketika menghadapi situasi darurat di laut.

Sinergi lintas sektor itu diharapkan tidak hanya mampu menekan potensi kecelakaan, tetapi juga mempercepat penanganan apabila keadaan darurat benar-benar terjadi.

Keselamatan masyarakat di laut pada akhirnya bukan hanya soal bagaimana bertindak ketika musibah terjadi, tetapi seberapa kuat seluruh unsur membangun kesiapsiagaan sebelum musibah itu datang.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1