Parigi Moutong,sidiktipikor.com – Tragedi kembali menyelimuti wilayah pertambangan emas di Kabupaten Parigi Moutong. Seorang penambang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden di lokasi tambang rakyat, menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang terjadi di sektor berisiko tinggi tersebut.
Peristiwa ini memantik reaksi keras dari berbagai kalangan. Aktivis muda Parigi Moutong, Hairul Anwar, menilai kematian tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan sinyal kuat adanya persoalan serius dalam tata kelola dan pengawasan pertambangan di daerah.
“Setiap nyawa yang hilang adalah bukti ada sistem yang tidak berjalan. Pengawasan harus dievaluasi total, jangan sampai tragedi ini dianggap hal biasa,” ujar Hairul kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, aktivitas pertambangan—terutama yang bersifat rakyat maupun tanpa izin—sering kali berlangsung di tengah lemahnya pengawasan standar keselamatan kerja. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak bisa hanya hadir saat potensi pendapatan dibicarakan, tetapi juga harus hadir memastikan perlindungan bagi warganya.
Hairul mendesak adanya audit menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan di Parigi Moutong, termasuk penelusuran terhadap izin operasional, sistem keselamatan kerja, serta peran instansi teknis yang berwenang melakukan pengawasan.
“Transparansi penting agar publik tahu sejauh mana pengawasan dilakukan. Jika ada kelalaian, harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tegasnya.
Sejumlah warga setempat juga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan aktivitas tambang yang berisiko tinggi. Mereka menilai, tanpa penegakan aturan yang konsisten, kejadian serupa berpotensi terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait langkah evaluasi pascakejadian tersebut.
Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa sektor pertambangan, yang di satu sisi menjanjikan potensi ekonomi, di sisi lain menyimpan risiko besar jika tidak dikelola dengan prinsip keselamatan dan kepatuhan hukum yang ketat. Publik kini menunggu komitmen nyata agar keselamatan warga tidak lagi menjadi taruhan.

