Gufran Ahmad Maju Ketua Kadin Sulteng 2026–2031, Energi Baru Dunia Usaha Daerah

 

Caption: Foto fb Gufran Ahmad bersama Ketua Umum Kadin Indonesia

PALU, SIDIK TIPIKOR – Dinamika jelang Musyawarah Provinsi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah periode 2026–2031 mulai menghangat. Nama Gufran Ahmad mencuat sebagai figur yang dinilai layak memimpin organisasi pengusaha terbesar tersebut.

Bukan tanpa alasan. Gufran bukan sosok baru dalam tubuh Kadin. Ia sekarang menjabat sebagai Ketua Kadin Kota Palu, dan dalam kepemimpinannya, konsolidasi pelaku usaha lokal berjalan lebih terarah. Program penguatan UMKM, kemitraan dengan pemerintah daerah, hingga sinergi lintas organisasi profesi menjadi catatan tersendiri.

Sebagai organisasi yang menjadi mitra strategis pemerintah, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memerlukan figur yang memahami denyut ekonomi daerah. Di Sulawesi Tengah, tantangan dunia usaha tidak ringan: investasi sektor tambang, hilirisasi industri, penguatan UMKM, hingga stabilitas iklim usaha pascabencana dan dinamika sosial ekonomi.

Gufran dinilai memiliki pengalaman organisasi yang matang. Selain aktif di Kadin, ia juga dikenal di sejumlah organisasi profesi dan komunitas bisnis. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk memimpin Kadin Sulteng ke depan—lebih progresif, transparan, dan berpihak pada pengusaha lokal.

Layak dan Rasional

Dalam perspektif banyak pelaku usaha, kepemimpinan Kadin bukan sekadar simbol, tetapi soal kemampuan menjembatani kepentingan pengusaha dengan kebijakan pemerintah. Di titik inilah Gufran dinilai memiliki kapasitas mediator yang kuat.

Pengalamannya sebagai Ketua Kadin Kota Palu membuktikan kemampuannya membangun komunikasi dua arah—antara pengusaha kecil, menengah, hingga skala besar. Konsolidasi internal organisasi yang solid menjadi pondasi penting jika ia dipercaya memimpin di tingkat provinsi.

Musyawarah Provinsi Kadin Sulteng 2026–2031 diharapkan menjadi momentum kebangkitan dunia usaha daerah. Figur yang memiliki pengalaman, jaringan, serta pemahaman akar persoalan ekonomi lokal menjadi kebutuhan mendesak.

Jika konsistensi dan rekam jejak menjadi ukuran, maka pencalonan Gufran Ahmad bukan sekadar ambisi pribadi, tetapi refleksi dari harapan banyak pelaku usaha yang menginginkan Kadin Sulawesi Tengah lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Kini publik menanti, apakah dukungan tersebut akan mengantarkan Gufran Ahmad memimpin Kadin Sulteng periode 2026–2031. Satu hal yang pasti, kontestasi ini menjadi cerminan dinamika sehat organisasi—dan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1