IMG-20260626-WA0012

Nursia: Kemerdekaan Harus Dihadirkan Lewat Kerja Nyata untuk Perempuan, Anak dan Keluarga Morowali

MOROWALI, Sidiktipikor.com — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

Semangat tersebut turut menjadi pesan Nursia, S.H., M.M., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali, yang mengajak seluruh masyarakat menjadikan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Dengan mengusung semangat HUT ke-81 RI, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Nursia menilai pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat pemerintah menghadirkan perlindungan bagi perempuan dan anak, membangun ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

«“Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, pengabdian dan kepedulian. Perempuan harus semakin berdaya, anak-anak harus terlindungi, dan keluarga harus menjadi fondasi utama menuju masyarakat yang sejahtera.”»

Perempuan Berdaya, Bagian Penting Pembangunan Morowali

Komitmen pemberdayaan perempuan menjadi salah satu perhatian DP3AP2KB Morowali. Dalam momentum Hari Kartini ke-147 tahun 2026, pemerintah daerah mendorong perempuan agar semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan.

Rangkaian peringatan Hari Kartini di Morowali bahkan mengangkat semangat “Kartini Masa Kini: Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif dalam Memperkuat Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam kegiatan tersebut, DP3AP2KB menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, akses pendidikan, keterampilan serta penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

Bagi Nursia, perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi merupakan bagian penting dari kekuatan sosial dan ekonomi daerah.

Perkuat Perlindungan Anak dan Forum Anak

Di sektor perlindungan anak, DP3AP2KB Morowali juga memperkuat kapasitas Forum Anak dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan dan edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Perhatian diarahkan pada berbagai tantangan yang dihadapi anak di era digital, mulai dari perundungan siber, paparan konten berbahaya, kekerasan digital, kecanduan gawai hingga penyalahgunaan narkoba.

Dalam kegiatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, Nursia menegaskan bahwa penguatan Forum Anak penting agar anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu menyampaikan aspirasi secara santun, bertanggung jawab dan ikut menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Genting dan Bangga Kencana, Perkuat Percepatan Penurunan Stunting

Program pembangunan keluarga juga menjadi salah satu fokus yang terus diperkuat.

Pada Juni 2026, DP3AP2KB Morowali melaksanakan sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sekaligus pembinaan, monitoring dan evaluasi Program Bangga Kencana.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, TP PKK, penyuluh KB dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mempercepat penurunan stunting.

Semangat tersebut kemudian terus didorong hingga ke tingkat kecamatan. Pada momentum HUT ke-15 Kecamatan Bungku Pesisir, DP3AP2KB kembali mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

Pesan yang dibawa jelas: persoalan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi berkaitan erat dengan pola asuh, kondisi keluarga, lingkungan dan kualitas sumber daya manusia.

Perlindungan Perempuan dan Anak Diperkuat Lewat Kolaborasi

Tidak berhenti pada program internal pemerintah, penguatan perlindungan perempuan dan anak juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Pada 29 Juni 2026, Pemkab Morowali memperkuat kerja sama perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah unsur, di antaranya Polres Morowali, Kejaksaan, BNN, Kementerian Agama, Dewan Adat Tobungku dan Pengadilan Agama.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan layanan perlindungan yang lebih terpadu dan efektif bagi masyarakat.

Mengisi Kemerdekaan dengan Pengabdian

Memasuki usia 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Nursia mengajak seluruh jajaran dan masyarakat Morowali menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi untuk terus bergerak.

Menurutnya, pembangunan keluarga yang berkualitas, perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi dan generasi muda yang sehat merupakan bagian penting dari cita-cita Indonesia maju.

Semangat tersebut sejalan dengan tugas DP3AP2KB yang tidak hanya berbicara tentang administrasi pemerintahan, tetapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat: perempuan, anak, keluarga dan generasi masa depan Morowali.

Karena itu, momentum HUT ke-81 RI diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat pengabdian dan menghadirkan manfaat yang nyata.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan persatuan, kerja nyata dan pengabdian terbaik. Bersama melindungi perempuan dan anak, memperkuat keluarga, serta membangun generasi Morowali yang sehat, tangguh dan berkualitas untuk Indonesia yang semakin maju.”

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1