Palu,Sidiktipikor.com – Dr. Mardiman Sane, SH., MH., melakukan sosialisasi literasi keuangan bersama tenaga didik di SD Inpres 4 Birobuli, Kota Palu, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan sejak dini, sekaligus memperkuat peran guru dalam membentuk karakter siswa yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengatur keuangan.
Dalam sosialisasi itu, Dr. Mardiman menyampaikan bahwa kecukupan bukan semata-mata soal angka atau nominal penghasilan, melainkan tentang rasa dan cara mengelola.
“Cukup itu bukan soal nominal. Cukup bagi Ibu belum tentu cukup bagi saya, dan cukup bagi saya belum tentu cukup bagi Ibu. Standar kecukupan setiap orang berbeda. Satujuta setengah saya punya gaji masih bisah saya sisihkan limaratus ribu,satu juta saya sisipkan untuk komsusi itu cukup bagi saya itu poinya ,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa persoalan utama bukan pada jumlah uang yang diterima, melainkan bagaimana cara memaknai dan mengelolanya.
Menurutnya, uang terasa cukup atau tidak sangat bergantung pada seberapa bijak seseorang mengatur, seberapa pandai menyimpan, seberapa mampu membatasi keinginan, serta seberapa besar rasa syukur yang ditanamkan.
“Karena cukup bukan tentang banyaknya yang masuk, tetapi tentang bagaimana kita menahan yang keluar. Cukup adalah soal sikap, soal rasa, dan tentang kebijaksanaan mengelola,” tegasnya.
Edukasi keuangan di lingkungan sekolah menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang mandiri dan melek finansial di masa depan.
Penulis:Buyung
