IMG-20260626-WA0012

Rekam Jejak Darlin Pimpin Dinkes Parimo: Dari Pelayanan Keperawatan, Inovasi Kesehatan hingga Jabatan Definitif

PARIGI MOUTONG, SIDIKTIPIKOR — Perjalanan Darlin dalam dunia kesehatan tidak berlangsung singkat. Berawal dari pelayanan keperawatan, ia menapaki sejumlah jabatan di lingkungan pelayanan kesehatan sebelum dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Darlin resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan definitif oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, pada 15 Oktober 2026, setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan.

Berdasarkan profil perjalanan karier yang dipublikasikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, Darlin lahir di Paranggi pada 22 Mei 1978. Ia menyelesaikan pendidikan SPK Depkes Palu Kelas Jauh Tolitoli pada 1996, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu dan lulus pada 2006.

Meniti Karier dari Pelayanan Kesehatan

Pengalaman Darlin mencakup sejumlah bidang, mulai dari keperawatan, penunjang medik, pelayanan medik, tata usaha, hingga pelayanan kesehatan primer.

Pada 2012, ia dipercaya sebagai Penjabat Kepala Seksi Klinik Keperawatan. Dua tahun kemudian, ia menjabat Kepala Bidang Keperawatan. Pada 2016–2019, ia mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik, kemudian Kepala Bidang Pelayanan Medik pada 2019–2021.

Perjalanan kariernya berlanjut sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada 2021–2022, sebelum menjabat Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan sejak Juli 2022 hingga Januari 2026.

Pada 30 Januari 2026, Darlin dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong sekaligus menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Inovasi dan Penguatan Pelayanan

Salah satu rekam jejak yang menonjol adalah keterlibatannya dalam pengembangan inovasi pelayanan kesehatan.

Pada 2023, ia mengembangkan inovasi donor darah Dariku Untukmu untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah, terutama bagi ibu melahirkan.

Pada tahun yang sama, ia terlibat dalam pendampingan akreditasi Puskesmas. Profil tersebut mencatat 10 Puskesmas mencapai status paripurna.

Pada 2024, Darlin menjadi fasilitator Integrasi Layanan Primer tingkat kabupaten. Sementara pada 2025, ia terlibat dalam pendampingan 22 Puskesmas hingga ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Memasuki 2026, inovasi SIMPATIK atau Siap Melayani Sepenuh Hati Bidang Kesehatan disiapkan untuk mendorong pelayanan yang lebih ramah, cepat, dan berorientasi pada kenyamanan pasien. Program tersebut dirancang untuk diterapkan di Puskesmas dan rumah sakit daerah.

Dinas Kesehatan juga menjalankan penguatan pelayanan melalui Sehat BERSAMA dan Gerakan Aksi Serentak (GAS) Cek Kesehatan Gratis. Menurut profil yang dipublikasikan kampusnya, program CKG tersebut membawa Dinas Kesehatan Parigi Moutong menempati peringkat pertama di tingkat kabupaten se-Sulawesi Tengah.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pemeriksaan dan mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Infrastruktur dan Pemerataan Pelayanan

Pada Oktober 2026, penguatan fasilitas kesehatan turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Gedung baru UPTD Puskesmas Torue dengan anggaran pembangunan sekitar Rp7,618 miliar serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dengan anggaran sekitar Rp13,2 miliar diresmikan pada 8 Oktober 2026.

Darlin, yang ketika itu masih berstatus Plt. Kepala Dinas Kesehatan, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan investasi pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Labkesmas diharapkan memperkuat pemeriksaan, pemantauan faktor risiko kesehatan, serta penyediaan data sebagai dasar penyusunan kebijakan. Pemenuhan peralatan laboratorium direncanakan secara bertahap.

Penguatan fasilitas ini penting agar peningkatan pelayanan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di kecamatan dan desa yang memiliki keterbatasan akses.

Tantangan Setelah Menjadi Kepala Dinas Definitif

Sehari setelah pelantikan, Darlin langsung turun memantau penanganan tuberkulosis (TBC) dan penguatan pembentukan Desa Siaga TBC di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pengendalian penyakit menular yang membutuhkan keterlibatan petugas kesehatan, pemerintah desa, keluarga pasien, dan masyarakat.

Ke depan, sejumlah pekerjaan penting perlu terus dikawal, mulai dari peningkatan cakupan CKG, keberlanjutan layanan kesehatan gratis, pemerataan tenaga kesehatan, optimalisasi fasilitas Puskesmas, hingga perluasan pemeriksaan dan pengobatan TBC.

Selain itu, tindak lanjut atas temuan pemeriksaan keuangan dan administrasi di sektor kesehatan juga perlu menjadi perhatian, dengan mengacu pada data resmi mengenai status penyelesaiannya.

Dukungan untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

Rekam jejak Darlin memperlihatkan perjalanan panjang dari pelayanan keperawatan menuju tanggung jawab manajerial dan kepemimpinan di sektor kesehatan daerah.

Pelantikan definitif menjadi kesempatan untuk memperkuat program yang telah berjalan sekaligus menjawab berbagai kebutuhan pelayanan masyarakat. Dukungan terhadap kepemimpinan Dinas Kesehatan perlu diwujudkan melalui kerja sama, evaluasi terbuka, dan komitmen bersama meningkatkan mutu pelayanan.

Bagi masyarakat Parigi Moutong, harapan utamanya sederhana: pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, tenaga kesehatan yang memadai, fasilitas yang berfungsi optimal, serta penanganan pasien yang cepat dan manusiawi.

Dengan pengalaman yang telah ditempuh, Darlin diharapkan mampu melanjutkan berbagai program kesehatan secara konsisten, memperbaiki kekurangan yang masih ada, dan memastikan kebijakan yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sidiktipikor mendukung penguatan pelayanan kesehatan yang profesional, merata, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1