PALU,Sidiktipikor.com– Kontestasi menuju kursi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah periode 2026–2031 kian menghangat. Gufran resmi mengembalikan berkas pencalonannya kepada panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sulteng di Kiora Cafe, Jalan Juanda Nomor 29, Kota Palu, Jumat (15/5/2026).
Langkah tersebut menandai keseriusan Gufran dalam perebutan pucuk kepemimpinan organisasi pengusaha terbesar di Sulawesi Tengah itu. Kehadirannya bersama tim pemenangan dan dukungan sejumlah perwakilan Kadin kabupaten turut memperlihatkan konsolidasi politik yang mulai mengerucut menjelang Musprov pada 20 Mei 2026 mendatang.
Di hadapan panitia, Gufran memastikan seluruh dokumen pencalonan telah diserahkan sesuai ketentuan organisasi, termasuk kelengkapan administrasi keanggotaan dan persyaratan legal lainnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin.
“Alhamdulillah, seluruh syarat yang diminta panitia sudah kami penuhi dan lengkapi sesuai ketentuan organisasi,” ujar Gufran.
Tahapan berikutnya, panitia Musprov akan melakukan proses verifikasi administrasi terhadap seluruh bakal calon hingga akhir pekan. Penetapan resmi calon Ketua Umum Kadin Sulteng beserta daftar peserta penuh dan peninjau dijadwalkan diumumkan pada Senin, 18 Mei 2026.
Di tengah dinamika kontestasi yang terus bergerak, Gufran mengaku optimistis menghadapi pertarungan perebutan kursi ketua umum. Ia menyebut dukungan dari Kadin kabupaten terus bertambah dan diyakini telah melampaui 50 persen dari total daerah di Sulawesi Tengah.
“Dukungan dari daerah terus mengalir dan itu menjadi modal optimisme kami menghadapi Musprov nanti,” katanya.
Atmosfer persaingan Musprov Kadin Sulteng sendiri mulai menjadi perhatian berbagai kalangan pelaku usaha. Selain dipandang sebagai arena pergantian kepemimpinan, forum tersebut juga dinilai akan menentukan arah baru organisasi dalam memperkuat iklim investasi dan dunia usaha di Sulawesi Tengah lima tahun ke depan.
Gufran menegaskan, apabila dipercaya memimpin Kadin Sulteng, dirinya ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah besar pelaku usaha yang lebih inklusif, solid, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
“Ke depan, Kadin harus menjadi wadah bersama bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

