![]() |
Syukuran HUT ke-74 Kabupaten Donggala digelar di Aula Kasiromu, Rabu (12/8/2026), dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Wakil Bupati Taufik M. Burhan, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah serta sejumlah tamu undangan.
Berbeda dari perayaan yang identik dengan kemeriahan, pelaksanaan HUT ke-74 kali ini berlangsung sederhana. Namun di balik kesederhanaan tersebut, pemerintah daerah membawa sejumlah kabar penting terkait keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
1.800 PPPK Diselamatkan hingga Akhir Tahun
Salah satu kabar yang disampaikan Bupati Vera Elena Laruni dalam momentum HUT tersebut berkaitan dengan keberlangsungan sekitar 1.800 ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Vera menyampaikan bahwa adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat memungkinkan sekitar 1.800 PPPK tetap mendapatkan kepastian hingga akhir tahun.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu perhatian penting pemerintah daerah di tengah tekanan fiskal dan efisiensi anggaran, mengingat keberlangsungan aparatur juga berkaitan langsung dengan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Infrastruktur Tetap Bergerak
Di sektor infrastruktur, Pemkab Donggala memastikan pembangunan dan perbaikan jalan maupun jembatan tetap menjadi perhatian.
Salah satu kawasan yang disorot adalah Tonggolobibi, yang direncanakan mendapatkan pembangunan jembatan yang lebih layak. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperbaiki konektivitas sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Vera juga menyampaikan harapan agar perhatian pembangunan infrastruktur dapat diperkuat hingga wilayah Balaesang Tanjung, Lowi dan tembus Vatatu, yang dinilai membutuhkan peningkatan akses.
Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi yang diharapkan terus terbangun antara Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sekolah Terintegrasi Rp300 Miliar
Tidak hanya infrastruktur jalan, sektor pendidikan menjadi salah satu agenda besar pembangunan Donggala.
Pemerintah Kabupaten Donggala tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Terintegrasi dengan nilai sekitar Rp300 miliar.
Proses seleksi peserta didik dan tenaga pengajar bahkan telah berjalan. Bupati Vera mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftarkan anak-anak mereka untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Selain Sekolah Terintegrasi, pembangunan Sekolah Rakyat juga disebut akan segera dimulai di Kabupaten Donggala.
Dua agenda tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sebagai salah satu investasi penting untuk masa depan Donggala.
Kampung Nelayan Merah Putih di Tujuh Titik
Perhatian terhadap masyarakat pesisir juga masuk dalam agenda pembangunan.
Kabupaten Donggala mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di tujuh titik. Program ini diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Bagi daerah yang memiliki garis pantai dan potensi kelautan yang besar, pengembangan kawasan nelayan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan ekonomi, produktivitas serta kualitas hidup masyarakat pesisir.
Call Center Donggala Diluncurkan
Momentum HUT ke-74 juga ditandai dengan peluncuran Call Center Donggala.
Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan publik dan respons pemerintah.
Dengan layanan yang lebih mudah dijangkau, masyarakat diharapkan memiliki saluran komunikasi yang lebih cepat ketika membutuhkan informasi maupun pelayanan pemerintah.
Rando’o Nagaya, Identitas Donggala dalam Karya
HUT ke-74 juga menjadi panggung bagi penguatan identitas budaya daerah.
Bupati Vera memperkenalkan batik tenun Rando’o Nagaya, sebuah karya yang mengambil inspirasi dari kekayaan lokal Donggala.
Motif tersebut berangkat dari daun pohon Donggala yang diperkenalkan kepadanya ketika berada di kawasan Pantai Boneoge. Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi desain batik yang diharapkan mampu membawa identitas Donggala ke ruang yang lebih luas.
Tidak berhenti pada pengenalan produk, pemerintah juga mendapat penguatan perlindungan hukum atas kekayaan intelektual daerah.
Empat KIK dan Dua Hak Cipta Diserahkan
Pada rangkaian HUT ke-74 tersebut, Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah menyerahkan empat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dan dua sertifikat Hak Cipta kepada Pemerintah Kabupaten Donggala.
Empat KIK yang diserahkan yakni Kopi Napeto Donggala, Modiu Bulava Mpongeo, Rono Tapa Donggala dan Sambal Rono Donggala.
Sementara dua Hak Cipta mencakup Motif Rando’o Nagaya serta buku Donggala Kanamavali: Konsep, Strategi dan Implementasi Pendidikan Karakter.
Langkah ini menjadi penting karena kekayaan daerah tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus memiliki perlindungan hukum dan peluang untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif maupun pariwisata.
HUT ke-74, Donggala Bicara Masa Depan
Jika ditarik lebih jauh, peringatan HUT ke-74 Kabupaten Donggala tahun ini bukan semata-mata tentang usia daerah.
Ada pesan yang lebih besar: bagaimana pemerintah daerah menjaga pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal, mempertahankan pembangunan infrastruktur, memperluas akses pendidikan, memperkuat masyarakat pesisir, sekaligus menjaga identitas budaya dan kekayaan lokal.
Pemerintahan Vera Elena Laruni–Taufik M. Burhan kini dihadapkan pada pekerjaan besar untuk memastikan berbagai program tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukan terletak pada seberapa meriah sebuah perayaan hari jadi digelar, melainkan pada seberapa jauh masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Selamat HUT ke-74 Kabupaten Donggala.
Semoga usia 74 tahun menjadi momentum bagi Donggala untuk semakin kuat dalam pelayanan, semakin maju dalam pembangunan, semakin terlindungi kekayaan budayanya, serta semakin sejahtera masyarakatnya.
Donggala Bangkit dan Berjaya — pembangunan berjalan, pelayanan diperkuat, potensi daerah dijaga.
Redaksi:MEDIA SIDIK TIPIKOR


