IMG-20260626-WA0012

Kapolda Sulteng Ikuti Arahan Wakapolri, Perkuat Mitigasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla

PALU, Sidiktipikor.com– Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026, jajaran Kepolisian Republik Indonesia memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi nasional yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, melalui Zoom Meeting, Kamis (30/7/2026).

Dari Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut diikuti langsung Kapolda Sulteng, Irjen Pol Nasri, dari Aula Rupatama Lantai II Mapolda Sulawesi Tengah, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, Karo Ops Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng. Sementara itu, seluruh Kapolresta dan Kapolres jajaran mengikuti rapat secara virtual dari masing-masing wilayah.

Rapat koordinasi tersebut juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, Basarnas, serta instansi teknis lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi ancaman Karhutla selama periode musim kemarau.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri diminta memperkuat langkah mitigasi sejak tahap prabencana sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia. Pendekatan yang dilakukan menitikberatkan pada pencegahan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Sejumlah langkah strategis yang ditekankan meliputi pembaruan pemetaan wilayah rawan Karhutla, verifikasi langsung setiap titik panas (hotspot), penguatan sistem peringatan dini (early warning system), hingga optimalisasi patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung upaya pencegahan. Pengawasan dilakukan melalui command center yang telah terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan hotspot secara real time. Penggunaan drone, kamera pengawas (CCTV) di pos-pos pemantauan, serta sistem informasi kebakaran juga dioptimalkan guna mempercepat deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin, mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan wujud respons cepat Polri dalam menerjemahkan arahan Presiden ke dalam langkah operasional yang terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada pencegahan.

  "Arahan Bapak Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat mitigasi sejak dini. Seluruh jajaran telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat," ujar Kombes Pol Achmad Muhaimin.

Ia berharap, melalui rapat koordinasi tersebut, sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.

"Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan masyarakat tetap terlindungi dari dampak Karhutla serta kelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah maupun wilayah Indonesia secara umum dapat terus terjaga," pungkasnya. 

أحدث أقدم
Post ADS 1
Post ADS 1