MOROWALI, SIDIK TIPIKOR – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan.
Menindaklanjuti imbauan Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, terutama di tengah kondisi udara yang diselimuti kabut asap.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali, Nursia, S.H., M.H., dapat mengambil peran dalam memperkuat edukasi kepada keluarga, khususnya perempuan dan anak-anak, mengenai pentingnya perlindungan kesehatan selama kabut asap berlangsung.
Paparan kabut asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan tenggorokan, hingga memperburuk kondisi penderita asma serta penyakit jantung.
Karena itu, masyarakat diimbau membatasi kegiatan di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan asap.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
Keluarga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi anggota rumah tangga, termasuk memastikan anak-anak tidak terlalu lama beraktivitas di luar ruangan ketika udara dipenuhi asap.
Masyarakat yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala yang semakin memburuk diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Upaya perlindungan terhadap dampak kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan sehingga keselamatan dan kesehatan keluarga di Kabupaten Morowali tetap terjaga.


