Parimo, Sidiktipikor.com – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, turun langsung meninjau pelaksanaan normalisasi Sungai di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Selasa (4/8/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal setelah banjir mengakibatkan aliran sungai tersumbat dan mengancam permukiman warga.
Normalisasi sungai merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan lapangan yang dilakukan Wakil Bupati sehari sebelumnya. Setelah melihat secara langsung kondisi sungai yang dipenuhi material tanah dan sedimentasi akibat banjir, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali jalur aliran air.
Dari hasil evaluasi di lapangan, tim menemukan aliran sungai dari arah Desa Kayuboko menuju Desa Air Panas tertutup timbunan material sehingga air tidak lagi mengalir di bawah jembatan. Akibatnya, debit air meluap melewati badan jalan dan menggenangi kawasan permukiman masyarakat.
Proses normalisasi dilakukan di tiga titik prioritas, yakni perbatasan Olaya, pertemuan aliran sungai Desa Air Panas dan Desa Kayuboko, serta di sekitar jembatan. Sebanyak 19 unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pengerukan material dan memulihkan fungsi aliran sungai.
Di sela peninjauan, Abdul Sahid menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dan potensi banjir susulan dapat diminimalkan.
"Berdasarkan kondisi yang kami lihat kemarin, aliran sungai dari Kayuboko menuju Air Panas memang benar-benar tidak ada akses air yang melewati bawah jembatan ini. Alhamdulillah, hari ini kita langsung action melakukan normalisasi agar fungsi jalan ini bisa kembali normal," ujar Abdul Sahid.
Ia juga menekankan bahwa normalisasi sungai tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan menjadi program berkelanjutan melalui pengawasan dan pemeliharaan rutin bersama pemerintah desa.
"Ke depannya pengawasan akan terus dilakukan oleh pemerintah bersama pemerintah desa melalui normalisasi secara rutin," tegasnya.
Langkah cepat tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menangani dampak bencana secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas di wilayah terdampak.
Penulis: Fikran
Sumber: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong


