IMG-20260626-WA0012

Tiga Ruang Kelas SDN 11 Palu Terbakar, Siswa Disiapkan Belajar di Tenda Darurat

PALU, Sidiktipikor.com — Kebakaran melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Palu di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Palu Barat, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Tiga ruang kelas yang masing-masing digunakan untuk kegiatan belajar siswa Kelas I, III, dan IV hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh fasilitas dan perlengkapan yang berada di dalam ruangan ikut dilalap api.

Kepala SDN 11 Palu, Afridah, mengatakan api diduga pertama kali muncul dari sebuah rumah warga yang sudah lama tidak berpenghuni dan berada tepat di belakang gedung sekolah.

Menurut Afridah, jarak bangunan yang berdekatan membuat api dengan cepat menjalar ke bagian sekolah.

“Dari keterangan guru yang melihat kejadian, tiba-tiba api membesar dan merambat ke gedung sekolah. Tidak lama kemudian, tiga ruang kelas yang berjajar ikut terbakar,” ujar Afridah saat ditemui di lokasi.

Kebakaran terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Kondisi tersebut membuat tidak ada siswa yang berada di dalam ruang kelas ketika api mulai membesar.

“Saat itu hanya ada seorang guru yang masih berada di sekolah untuk mengemasi barang setelah mengajar,” katanya.

Wawali Tinjau Lokasi

Wakil Wali Kota Palu, Imelda, langsung meninjau lokasi setelah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut.

Di lokasi, Imelda meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diturunkan untuk segera membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar.

Ia juga meminta area terdampak diberi pembatas pengaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah siswa mendekati bangunan yang kondisinya masih berpotensi membahayakan.

“Lokasi ini harus dipasang sekat demi keselamatan siswa. Ditakutkan bangunan yang terbakar bisa sewaktu-waktu roboh dan membahayakan para siswa apabila mereka bermain di sekitar puing bangunan,” ujar Imelda kepada tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu.

Siswa Disiapkan Belajar di Tenda

Terbakarnya tiga ruang kelas membuat proses belajar mengajar bagi sekitar 60 hingga 70 siswa Kelas I, III, dan IV harus dicarikan tempat sementara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardiansyah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palu untuk mendirikan tenda darurat di lingkungan sekolah.

Tenda tersebut akan digunakan sebagai ruang belajar sementara hingga kondisi ruang kelas dapat ditangani.

“Hasil koordinasi saat ini, kami akan mendirikan tenda darurat sementara. Untuk meja dan kursi serta perlengkapan belajar mengajar lainnya, sedang kami pikirkan bersama solusinya,” kata Hardiansyah.

Ia mengatakan berbagai kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar akan dipersiapkan secara bertahap. Bahkan, menurutnya, para siswa untuk sementara dapat belajar dengan fasilitas seadanya apabila kebutuhan tersebut belum seluruhnya tersedia.

“Tidak menutup kemungkinan para siswa akan melantai dulu sembari kami mempersiapkan semuanya,” ujarnya.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan tiga ruang kelas SDN 11 Palu tersebut.

Kapolsek Palu Barat, Iptu Irfan Muzakar, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pendataan, termasuk memastikan bangunan warga yang ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Kami masih akan selidiki lebih lanjut penyebab kebakaran secara pasti. Saat ini kami juga masih melakukan pendataan. Selain tiga ruang kelas SDN 11 Palu, ada berapa banyak rumah warga yang terbakar juga masih kami dalami,” ujar Irfan.

Sebanyak lima unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi. Penyebab pasti kebakaran serta jumlah bangunan warga yang turut terdampak masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. (*)

أحدث أقدم
Post ADS 1
Post ADS 1